Trash to Treasure: Panduan Kerajinan dari Limbah Anorganik

Out of stock

Permasalahan sampah merupakan tantangan yang dihadapi hampir seluruh
kota besar di Indonesia, sebagaimana juga terjadi di berbagai kota besar
di dunia. Sebagai contoh, di Jakarta setiap hari sekitar 6.500 hingga 7.000
ton sampah diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dari
jumlah tersebut, sekitar 55,37% merupakan sampah organik dan 44,63%
merupakan sampah anorganik, dengan sekitar 1,52% dari sampah anorganik
tergolong sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Hingga saat
ini, penanganan sampah di Indonesia masih banyak menggunakan pola
konvensional, yaitu kumpulkan–angkut–buang.

Melalui pola tersebut, sampah yang berasal dari rumah tangga
dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang ke TPA. Pengelolaan TPA yang
masih menggunakan sistem open dumping menyebabkan sampah hanya
menumpuk dan membentuk gunungan sampah dalam jumlah besar. Kondisi
ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti longsor maupun
ledakan gas yang berpotensi mengakibatkan kerugian materi dan korban
jiwa. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan pengelolaan sampah yang
lebih efektif melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta
sistem kumpul–pilah–olah.

Compare
SKU: trash-to-treasure-panduan-kerajinan-dari-limbah-anorganik Categories: , ,

Permasalahan sampah merupakan tantangan yang dihadapi hampir seluruh
kota besar di Indonesia, sebagaimana juga terjadi di berbagai kota besar
di dunia. Sebagai contoh, di Jakarta setiap hari sekitar 6.500 hingga 7.000
ton sampah diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dari
jumlah tersebut, sekitar 55,37% merupakan sampah organik dan 44,63%
merupakan sampah anorganik, dengan sekitar 1,52% dari sampah anorganik
tergolong sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Hingga saat
ini, penanganan sampah di Indonesia masih banyak menggunakan pola
konvensional, yaitu kumpulkan–angkut–buang.

Melalui pola tersebut, sampah yang berasal dari rumah tangga
dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang ke TPA. Pengelolaan TPA yang
masih menggunakan sistem open dumping menyebabkan sampah hanya
menumpuk dan membentuk gunungan sampah dalam jumlah besar. Kondisi
ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti longsor maupun
ledakan gas yang berpotensi mengakibatkan kerugian materi dan korban
jiwa. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan pengelolaan sampah yang
lebih efektif melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta
sistem kumpul–pilah–olah.

Be the first to review “Trash to Treasure: Panduan Kerajinan dari Limbah Anorganik”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Reviews

There are no reviews yet.

Main Menu